‎Tips Memilih Menu Berbuka Puasa yang Sehat

3 minutes reading
Tuesday, 24 Feb 2026 09:15 2 Felix

Berbuka puasa merupakan momen yang paling dinantikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, euforia saat waktu berbuka tiba sering kali membuat seseorang kurang memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Padahal, pemilihan menu yang tepat sangat berpengaruh terhadap kesehatan, kestabilan energi, serta kelancaran ibadah selama bulan Ramadan.

‎Agar tubuh tetap bugar dan sistem pencernaan tidak “kaget” setelah berpuasa, berikut beberapa tips memilih menu berbuka puasa yang sehat dan seimbang.

1. Awali dengan Manis Alami

‎Mengonsumsi makanan manis saat berbuka dianjurkan untuk membantu mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama puasa. Namun, pilihlah sumber manis yang alami seperti kurma, buah segar, atau jus tanpa tambahan gula berlebih.

Kurma mengandung glukosa alami, serat, serta mineral yang membantu memulihkan energi dengan cepat tanpa membebani sistem pencernaan.

2. Hindari Makan Berlebihan

Setelah berpuasa seharian, keinginan untuk makan dalam jumlah besar sering kali sulit dikendalikan. Padahal, makan berlebihan dapat menyebabkan perut kembung, lemas, hingga gangguan pencernaan.

3. ‎Sebaiknya berbuka dilakukan secara bertahap:

  • Awali dengan air putih dan makanan ringan sehat.
  • ‎Beri jeda beberapa menit sebelum menyantap makanan utama.
  • ‎Cara ini membantu tubuh beradaptasi kembali dalam menerima asupan makanan.

‎4. Perhatikan Keseimbangan Gizi

  • ‎Menu berbuka yang sehat sebaiknya mengandung unsur gizi seimbang, meliputi:
  • ‎Karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang, roti gandum)
  • ‎Protein (ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, tempe)
  • ‎Sayur dan buah
  • ‎Lemak sehat dalam jumlah wajar
  • ‎Kombinasi ini membantu menjaga energi tetap stabil serta mencegah rasa lapar berlebihan di malam hari.

5. Batasi Gorengan dan Makanan Berminyak

‎Gorengan memang menjadi favorit saat berbuka. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan kadar kolesterol. Makanan tinggi lemak juga membuat tubuh terasa berat dan mudah mengantuk.

‎Jika ingin mengonsumsi gorengan, batasi porsinya dan imbangi dengan sayuran atau buah agar asupan tetap seimbang.

‎5. Cukupi Kebutuhan Cairan

  1. ‎Dehidrasi selama puasa perlu diganti secara bertahap saat berbuka. Minumlah air putih secara perlahan, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Hindari minuman bersoda atau terlalu manis karena dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat turun kembali.

‎Disarankan untuk membagi konsumsi air dari waktu berbuka hingga sahur agar kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi.

‎6. Pilih Metode Pengolahan yang Lebih Sehat

Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang lebih dianjurkan dibandingkan menggoreng. Cara ini membantu mengurangi asupan lemak jenuh sekaligus menjaga kandungan nutrisi dalam makanan.

‎Penutup

Memilih menu berbuka puasa yang sehat bukan sekadar soal rasa kenyang, melainkan tentang menjaga keseimbangan tubuh dan kualitas ibadah selama Ramadan. Dengan memperhatikan jenis makanan, porsi, serta cara pengolahan, tubuh akan tetap bugar dan siap menjalani aktivitas malam maupun puasa keesokan harinya.

‎Berbuka secara bijak adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri. Karena pada akhirnya, puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga melatih disiplin dalam mengatur pola hidup yang lebih sehat.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

LAINNYA