Semakin Diminati, Stasiun Bandar Khalipah Hubungkan Kereta Api Bandara hingga Bus Listrik

2 minutes reading
Monday, 9 Feb 2026 02:02 2 Admin

Stasiun Bandar Khalipah yang berlokasi di Kabupaten Deli
Serdang terus mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan. PT Kereta Api
Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, sepanjang tahun
2025 stasiun ini sukses melayani naik turun 183.389 penumpang, tumbuh 14 persen
dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 160.428 orang.

 

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli
Prastyo, menilai tren positif ini menjadi cermin meningkatnya kepercayaan
publik. “Pertumbuhan jumlah penumpang ini membuktikan bahwa layanan kereta api
di Stasiun Bandar Khalipah sebagai salah satu simpul mobilitas urban semakin
diandalkan oleh masyarakat,” ujar Anwar.

 

Memasuki awal tahun 2026, antusiasme masyarakat tetap
konsisten. Data menunjukkan bahwa selama Januari 2026, stasiun yang berada di
ketinggian 16,13 meter di atas permukaan laut ini telah melayani 15.573
penumpang. Angka tersebut naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama pada
tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 14.616 penumpang.

 

Menanggapi tingginya minat masyarakat, KAI Divre I
Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Bandar Khalipah melalui integrasi
antarmoda. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan, masyarakat semakin
dimudahkan dengan kehadiran layanan Bus Rapid Transit (BRT) berupa bus listrik
yang beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 19.30 WIB.

 

“Kehadiran bus listrik semakin memperluas jangkauan
aksesibilitas penumpang. KAI ingin memastikan masyarakat dapat menjangkau
berbagai destinasi dengan lebih praktis dan efisien,” jelasnya.

 

Pilihan layanan angkutan di stasiun yang berjarak 11
kilometer dari pusat Kota Medan ini terbilang cukup lengkap. Tersedia KA
Sribilah Utama (Medan–Rantau Prapat) dan KA Putri Deli (Medan–Tanjungbalai)
untuk layanan jarak jauh. Bagi warga yang ingin berwisata ke kawasan Danau
Toba, tersedia KA Siantar Ekspres yang merupakan kereta api lokal perkotaan.
Sementara itu, mobilitas menuju Bandara Kualanamu dapat dilayani secara praktis
melalui KA Srilelawangsa.

 

“Selain melayani penumpang kereta api reguler di
bawah naungan KAI Divre I Sumut, Stasiun Bandar Khalipah juga menjadi titik
pemberhentian KA Srilelawangsa menuju Bandara Kualanamu yang dikelola oleh KAI
Bandara,” tambah Anwar.

 

Sejarah Stasiun Bandar Khalipah sendiri memiliki akar
yang panjang, pertama kali dibangun oleh perusahaan Belanda, Deli Spoorweg
Maatschappij (N.V. DSM) pada tahun 1889. Kini, wajah modern stasiun yang
diresmikan pada 16 Desember 2018 tersebut menjadi simbol kemajuan transportasi
di Sumatera Utara.

 

“KAI Divre I
Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadikan Stasiun Bandar Khalipah
sebagai pusat integrasi yang efektif menghubungkan layanan KA antarkota, kereta
perkotaan, akses Bandara Kualanamu, hingga moda BRT. Sinergi ini adalah langkah
nyata KAI dalam menghadirkan ekosistem transportasi yang modern dan
berkelanjutan,” pungkas Anwar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Featured

LAINNYA