PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pelanggan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan fitur Female Seat Map, yang dirancang untuk memberikan ruang aman bagi perempuan selama perjalanan menggunakan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan KAI dalam merespons kebutuhan pelanggan, khususnya perempuan, agar dapat bepergian dengan rasa aman dan tenang.
“Fitur Female Seat Map dihadirkan sebagai bentuk perhatian KAI terhadap kenyamanan dan keamanan pelanggan perempuan, terutama bagi yang bepergian sendiri atau melakukan perjalanan pada malam hari. Kami ingin memastikan bahwa kereta api menjadi moda transportasi yang ramah dan memberikan rasa aman bagi semua,” ujar Franoto.
Fitur Female Seat Map dapat digunakan melalui aplikasi Access by KAI saat proses pemesanan tiket. Pada tahap pengisian data penumpang, pelanggan perempuan yang memilih jenis kelamin sesuai identitas akan diarahkan ke peta kursi khusus perempuan. Dalam tampilan tersebut, kursi yang ditandai dengan warna pink menunjukkan tempat duduk yang telah dipilih oleh penumpang perempuan, sehingga pelanggan dapat memilih kursi yang berdekatan dengan sesama perempuan. Pengaturan ini memberikan rasa aman dan kenyamanan selama perjalanan. Apabila kursi khusus perempuan telah terisi, pelanggan tetap dapat memilih kursi lain yang tersedia sesuai ketentuan.
Melalui pengaturan tempat duduk ini, pelanggan perempuan diharapkan dapat merasa lebih nyaman tanpa kekhawatiran saat duduk bersebelahan dengan penumpang laki-laki. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menciptakan ruang publik yang aman dan mendukung pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Selain penerapan Female Seat Map, KAI juga secara konsisten mengedukasi pelanggan melalui imbauan anti-kekerasan seksual yang disampaikan melalui pengeras suara di dalam kereta. Pesan-pesan tersebut mengajak seluruh penumpang untuk saling menjaga kenyamanan bersama serta mendorong pelaporan kepada petugas apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan.
“KAI tidak hanya fokus pada layanan transportasi, tetapi juga membangun lingkungan perjalanan yang saling menghormati. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman selama berada di area perkeretaapian,” tambah Franoto.
KAI juga terus memperkuat peran petugas di lapangan, didukung dengan infrastruktur pengamanan seperti CCTV, mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta penerapan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum terhadap setiap bentuk pelanggaran yang terjadi di lingkungan perkeretaapian.
Melalui berbagai langkah tersebut, KAI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transportasi publik yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan, sekaligus mendukung terciptanya ruang publik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Artikel ini juga tayang di vritimes